Rabu, 13 November 2013

Sensitif Gender Diperlukan dalam Program Program Pembangunan Daerah

Kebanyakan program-program pembangunan daerah masih belum memasukkan komponen gender sebagai faktor penting yang mengukur keberhasilan program. Seringkali program-program tersebut dianggap sudah berhasil jika memenuhi kriteria berikut:

•    Masyarakat lokal telah berpartisipasi aktif dalam proses pengambilan keputusan
•    Adanya pemerataan distribusi biaya dan manfaat
•    Upaya-upaya pengelolaan sumberdaya yang berkelanjutan sudah dilakukan secara efisien.

Ketidakadilan Gender

Sangat penting untuk perempuan untuk mengetahui ketidakadilan gender sebab akan sulit untuk menenetukan persamaan dan keseimbangan tanpa mengenali ketidakadilan gender yang terjadi di sekitar kita. Kondisi seperti apa yang dapat dikatakan tidak adil gender?.

Kesetaraan Gender

Tidak sedikit orang yang masih berpikir bahwa membicarakan kesetaraan gender adalah sesuatu yang mengada-ngada.Hal yang terlalu dibesar-besarkan. Kelompok orang yang berpikir konservatif seperti ini menganggap bahwa kedudukan perempuan dan laki-laki dalam keluarga dan masyarakat memang harus berbeda.

Gender Tidak Melawan Kodrat

Mengapa selama ini orang sering mencampuradukan pengertian Gender dan Kodrat?. Dikarenakan perbedaan Kodrat yang dimiliki oleh perempuan dan laki-laki tersebut, masyarakat mulai memilah-milah peran sosial seperti apa yang (dianggap) pantas untuk laki-laki dan bagian mana yang (dianggap) pantas untuk perempuan. 

Gender bukan Tabu

Apakah Gender Melawan Kodrat?
Disarikan dari “Gender Bukan Tabu”
Catatan Perjalanan Fasilitasi
Kelompok Perempuan di Jambi-Dede Wlliam-de Vries

Pengertian Sex, Gender dan Kodrat

Sex atau jenis kelamin adalah hal yang paling sering dikaitkan dengan gender dan kodrat. Dikarenakan adanya perbedaan jenis kelamin, perempuan dan laki-laki secara kodrat berbeda satu sama lain. Hubungan antara jenis kelamin (seks) dengan kodrat, secara sederhana dapat kita ilustrasikan seperti:

Sabtu, 14 September 2013

Perempuan Aset Pembangunan Bangsa

Perempuan sebagai warga negara merupakan aset dan potensi bagi bangsa Indonesia. Jumlah populasinya pun relatif lebih banyak dari populasi kaum pria, yakni 50,01 persen. Karenanya, kaum perempuan harus ikut dilibatkan dalam pembangunan bangsa ke depan.

"Dari 225 juta penduduk Indonesia, perempuan 50,1 persen. Karenanya perempuan harus dilibatkan dalam pembangunan, karena jika tidak maka akan terjadi ketimpangan," kata Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Farida Hatta Swasono saat menjadi pembicara kunci pada acara Seminar Nasional Menanggapi Krisis Ekonomi: Investasi pada Perempuan Adalah Pilihan Cerdas, di hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (16/7).

Sebagai salah satu aset dan potensi bangsa, kata dia, kaum perempuan bukanlah suatu beban atau hambatan dalam pembangunan. Oleh sebab itu, masyarakat pun perlu mengubah pola pikir yang lebih mengutamakan laki laki sebagai penggerak pembangunan.  
sumber: http://nasional.kompas.com

Selasa, 29 November 2011

Gender Dalam Perspektif Islam Dan Nilai Budaya Masyarakat Aceh

Pendahuluan 
 
          Salah satu isu yang paling hangat dibicarakan akhir-akhir ini adalah masalah gender. Masalah ini merebak kepermukaan sebagai wacana  aktual dalam kerangka pemikiran Islam. Perbedaan laki-laki dan perempuan masih menyimpan sisi-sisi problematis baik dari segi substansi kejadian maupun  peran yang diemban dalam masyarakat. Perbedaan anatomi biologis antara keduanya cukup jelas. Akan tetapi efek yang timbul akibat perbedaan itu  menimbulkan perdebatan, karena ternyata perbedaan jenis kelamin secara biologis (seks) telah melahirkan seperangkat konsep budaya. Interpretasi budaya terhadap perbedaan  jenis kelamin inilah yang disebut gender.